belakangan ini aku merasa bahwa hidupku berat sekali, ambisiku terlamampau besar, aku mengharapkan kesempurnaan pada pekerjaan yang aku lakukan saat ini. semakin lama semakin ku kejar. hal itu malah semakin jauh. sangat sulit untuk mencapainya. huh kesal sekali rasanya. hal ini berpengaruh juga pada emosiku yang kadang meledak ledak.sampai aku merasa bahwa aku telah masuk ke dalam sebuah lingkaran. hasil yang kudapatkan belum bisa semaksimal usaha yang kulakukan,sehingga hal ini menjadi beban berat yang aku harus aku pikul di dalam kepalaku. dan kusadari iilah yang membangkitkan rasa amarahku, sehingga cepat sekali terbakar. sering sekali aku mengaluh tentang hidup ini.
berulang dan terus berulang.
sampai pada suatu ketika...
saat aku sedang berbincang mengenai nasi yang tidak habis dimakan oleh anak anak dikontrakan. aku jadi teringat pada sebuah salah satu acara tayangan di TV. yap benar sekali disitu dikisahkan ada seorang ibu tua renta yang mangais beras ketika sore hari.
seorang janda tua yang hanya tidur dengan beralaskan kerdus bersama seorang anak kecil dengan pakaian yang lusuh tinggal hanya sepetak tempat yang dipinjami dari salah satu pedagang pasar, menyapu untuk mengais sisa tumpahan beras yang jatuh dari karung pedagang. butir demi bulir dia kumpulkan dengan tangan yang sudah mulai mengeriput. dan kadang sering mendapatkan omelan dari petugas jaga. mungkin yang dia pikirkan hanya bagaimana bisa makan pada hari ini. jangan kan untuk menyekolakan cucunyan untuk makan esok pun dia harus befikir keras.
sampai ke rumah pikiran itu yang selalu terlintas dalam benakku. kemudian sejenak aku merenung dan kemudian
dan saat itu juga seakan aliran darah ini seketika berhenti...subhanallah, akhirnya air mata ini pecah...akhirnya semua hal yang aku rasakan selama ini menjadi terasa ringan seketika itu juga.aku merasa bahwa aku hampir kahilangan diriku sendiri ,memperbudak diriku dalam lingkaran dunia. benar sekali bahwa dunia dan nafsu ketika diikuti tidak akan ada habisnya. hatiku kosong, dan hanya dipenuhi oleh nafsu dunia yang seakan menggerogoti jiwa.
dan akhirnya saat itu juga aku bersujud memohon ampunNya atas kelalaianku dan kekufuranku selama ini.
ada sebuah kerinduan yang selama ini hilang dalam hatiku dan aku menemukannya kembali.
kerinduan akan Dia dan rasulNya.